Berita UtamaInovasi

Tak Hanya Pepaya Calina, Kini IPB Mulai Kembangkan Anggur Lokal

×

Tak Hanya Pepaya Calina, Kini IPB Mulai Kembangkan Anggur Lokal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 213234 scaled
Rektor Alim Setiawan Slamet memanen anggur dalam kegiatan panen perdana hasil riset hortikultura di kebun percobaan IPB University, Bogor. (KIS)

KITAINDONESIASATU.COM- IPB University melakukan panen anggur perdana sebagai bagian dari riset pengembangan hortikultura untuk mendukung program buah nasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat produksi buah lokal sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, MSi mengatakan, panen anggur tersebut merupakan bagian dari penelitian yang sedang dikembangkan di IPB untuk meningkatkan kemandirian produksi buah dalam negeri.

“Ini kan terkait dengan kegiatan hari ini, panen anggur. Serta bagian dari riset yang sedang kita kembangkan di IPB untuk mendukung program buah nasional,” ujar Alim Setiawan Slamet, kepada Kitaindonesiasatu.com, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, riset ini diarahkan agar berbagai jenis buah yang selama ini masih banyak diimpor dapat dikembangkan dan dibudidayakan di dalam negeri.

Baca Juga  Link Live Streaming MotoGP Inggris 2025: Jangan Lewatkan Balapan Sengit di Silverstone!

“Yang mungkin biasanya kita impor, mungkin nanti kita bisa kembangkan lokal di negara kita sendiri, sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan impor sekaligus menyediakan buah-buahan bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penguatan sektor hortikultura harus dimulai dengan memaksimalkan potensi dalam negeri melalui peningkatan produktivitas berbagai komoditas, baik pangan maupun hortikultura.

“Ya, tentu memang kita harus bertumpu pada kekuatan diri sendiri. Salah satunya adalah peningkatan produktivitas nasional untuk semua komoditas, baik komoditas pangan maupun hortikultura,” ungkapnya.

Ia menambahkan, strategi yang ditempuh IPB dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, penguatan riset untuk menghasilkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Kedua, optimalisasi budidaya melalui berbagai inovasi teknologi pertanian.

“Yang pertama tentu riset untuk bisa mendorong varietas unggul yang produktivitasnya bisa lebih tinggi. Yang kedua bagaimana kita mengoptimalkan budidaya melalui berbagai inovasi, baik dari sisi pupuk, SOP, irigasi, hingga penanganan hama dan penyakit,” jelasnya.

Baca Juga  Indonesia Diminta Mendorong OKI Desak PBB Hentikan Pendudukan Israel di Golan

Dengan pendekatan tersebut, varietas unggul yang memiliki potensi tinggi dapat didukung oleh sistem budidaya yang optimal sehingga menghasilkan produksi maksimal.

“Sehingga varietas-varietas unggul yang punya potensi tinggi itu didukung dengan optimalisasi budidaya dan hasilnya bisa maksimal. Itu saya kira double track yang kita dorong sekarang,” tambahnya.

Alim juga menilai perkembangan sektor hortikultura Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan satu dekade lalu.

“Memang dahulu sampai tahun 2010–2015 kita banyak tertinggal terutama untuk hortikultura. Tapi sekarang kemajuan di bidang hortikultura kita pesat sekali,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan inovasi IPB melalui varietas pepaya yang kini dikenal luas di pasar.

Baca Juga  Fernandinho Gantung Sepatu, Ikon Manchester City dan Brasil Tutup Karier Gemilang

“Kalau IPB juaranya menghasilkan pepaya, dan kita ekspor. Kalau dulu kita dengarnya pepaya Bangkok, sekarang dengarnya pepaya California, padahal itu produk IPB, pepaya Calina,” katanya.

Dalam panen perdana tersebut, sejumlah varietas anggur yang diperkenalkan di antaranya Jupiter, Gos-V, dan Ilaria.

Pihak IPB menyebut panen kali ini merupakan yang pertama dilakukan di lingkungan kampus dan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan riset sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

“Kalau di IPB ini perdana, kita introduksi,” kata salah satu staf peneliti IPB.

Rektor menambahkan bahwa pengembangan anggur ini juga menjadi bagian dari kegiatan riset mahasiswa ke depan.

“Perdana berarti hari ini, perdana akan kita kembangkan. Ini jadi riset untuk mahasiswa juga,” ujarnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *