Berita Utama

Strategi Energi Baru Indonesia, Impor Minyak dari Brunei Mulai Dijajaki

×

Strategi Energi Baru Indonesia, Impor Minyak dari Brunei Mulai Dijajaki

Sebarkan artikel ini
Strategi Energi Baru Indonesia
Strategi Energi Baru Indonesia

KITAINDONESIASATU.COMPemerintah Indonesia membuka peluang impor minyak bumi dari Brunei Darussalam sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Wacana tersebut muncul dalam pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan Wakil Menteri Energi dari kantor Perdana Menteri Brunei.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela forum energi kawasan Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum yang digelar di Tokyo, Jepang.

Dalam forum itu, kedua negara membahas kemungkinan kerja sama yang dapat memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika pasar energi global.

Baca Juga  Ngeri! Detik-Detik Ular Sanca Dievakuasi dari Kandang Ayam Warga

Produksi minyak Brunei saat ini diperkirakan berada pada kisaran 100.000 hingga 110.000 barel per hari.

Kapasitas tersebut dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk menjajaki impor minyak guna memperluas sumber pasokan energi.

Kerja Sama Energi Kawasan Mulai Dibahas

Selain rencana impor minyak, pertemuan tersebut juga membahas potensi kerja sama lebih luas di sektor energi.

Delegasi Brunei menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan.

Brunei diketahui berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik nasional secara signifikan.

Negara tersebut menargetkan penambahan kapasitas sekitar 4 gigawatt dari kapasitas saat ini yang berada di kisaran 1 gigawatt.

Baca Juga  Profil Willie Salim yang Viral Usai Daging Sapi 200 Kg Hilang di Palembang, Lengkap Nama Pacar

Dalam diskusi tersebut juga muncul peluang kerja sama teknologi peningkatan produksi minyak melalui metode Enhanced Oil Recovery yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero).

Pemerintah Indonesia menyatakan siap memfasilitasi kolaborasi teknis antara perusahaan energi kedua negara guna mendukung pengembangan sektor energi di kawasan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *