Berita UtamaSepakbola

Sosok Zanadin Fariz Gelandang Muda Penyelamat Persik Kediri vs Arema FC dengan Dua Penghargaan

×

Sosok Zanadin Fariz Gelandang Muda Penyelamat Persik Kediri vs Arema FC dengan Dua Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Zanadin Fariz
Gelandang serang muda Persik Kediri Zanadin Fariz tampil impresif menjadi penyelamat di laga melawan Arema FC. foto: persik official

KITAINDONESIASATU.COM – Persik Kediri dalam dua laga terakhir boleh dibilang tampil impresif, meski pada laga perdana di kandang Stadion Brawijaya meski kecolongan 3 poin dari Dewa United (0-1), 5 September 2026.

Namun pada dua laga berikutnya Persik tampil cukup menyakinkan dengan mencuri poin dari Garudayaksa di kandangnya Stadion Pakansari 0-2, kemudian menggagalkan kemenangan kandang Singo Edan di menit terakhir dengan skor 1-1.

Meski secara umum Persik tampil menyakinkan di kandang lawan namun kesuksesan Persik di kandang sangar Kanjuruhan tak lepas dari penampilan impresif Zanadin Fariz pemain muda berusia 21 tahun.

Zanadin Fariz menjadi salah satu rekrutmen terbaik bagi Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027. Gelandang muda ini selalu jadi pilihan utama pada tiga laga yang telah diselesaikan Macan Putih.

Zanadin Fariz menjawab kepercayaan pelatih Marcos Reina dengan tampil maksimal, pada dua pertandingan beruntun, pemain berusia 22 tahun ini mendapat dua penghargaan dari operator kompetisi I.League.

Anugerah pertama diperoleh Zanadin Fariz saat Persik Kediri mengalahkan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor, ia dinobatkan sebagai The Best Young Player of the Week.

Prestasi ini jadi motivasi besar bagi pemuda kelahiran Bekasi 2004 ini ketika bermain kandang Singo Edan mengulangi penampilannya jadi pahlawan Persik Kediri saat sukses mencuri satu poin di kandang Arema FC untuk memaksakan hasil imbang 1-1.

Perlawanan Arema FC melawan Persik di kandangnya benar-benar penuh dinamika dan drama penyelamatan dan serangan di antara kedua tim yang bermarkas di kota bertetangga ini, Zanadin kembali tampil impresif.

Arema FC yang sudah penuh keyakinan meraih kemenangan di laga kandang dengan kemenangan tipis, tiba-tiba di detik terakhir menit ke-95 detik ketujuh sebelum peluit dibunyikan secara mengejutkan Zanadin mencetak tendangan bawah lurus mengarah ke gawang Arema FC hingga mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Penampilannya yang mengejutkan dan dramatis ini lagi-lagi operator I.League mengapresiasi performa yang apiknya, kali ini Zanadin terpilih sebagai Player of the Match.

Pria kelahiran 31 Mei 2004 ini dikenal sebagai wonderkid pemain muda jenis dan berbakat yang sebelumnya menjadi bagian penting Persis Solo, namun kemudian direkrut Persik Kediri untuk mengisi posisi gelandang tengah atau gelandang serang.

Zanadin memulai karir sepakbolanya dari Sekolah Sepak Bola SSB lokal di kota kelahirannya kemudian bergabung ke Persis Solo Youth sebelum akhirnya dipromosikan ke tim senior Laskar Samberyawa.

Penampilannya yang tenang dan berani saat membawa bola mencuri perhatian pecinta sepakbola nasional, setelah berpamitan dari Persis Solo Zanadin kemudian melanjutkan karirnya ke Persik Kediri untuk musim kompetisi Super League 2026/2027.

Di bawah asuhan Marcos Raina ia kini menjadi motor serangan utama dan menjadi andalani di lini tengah klub bertajuk Macan Putih ini, penampilannya impresif di tiga laga awal kompetisi Super League, terbaru gol tendangan voli roket spektakuler melawan Arema FC mengantarkan ia sepai Player of the Match.

Pemain kelahiran 31 Mei 2004 tak merasa Jemawa dengan gelar terhormat itu. Zanadin Fariz tetap membumi, karena dia merasa semua raihan itu bukan hasil kerja pribadi semata.

“Semua berkat bantuan teman-teman. Dorongan dan support teman-teman sangat membantu performa saya di lapangan. Termasuk gol saya di gawang Arema FC,” katanya.

Pemain yang telah mengoleksi 20 caps di semua level Timnas Indonesia ini mengaku kekompakan tim Persik jadi penentu hasil pertandingan, dia menyebut komunikasi antarpemain jadi kunci utama di awal musim ini.

“Kami saling mendukung satu sama lain. Kami selalu bersama apa pun yang terjadi di dalam lapangan. Kami selalu komunikasi dan menjaga tempo permainan,” ucapnya.

Soal laga Derby Jatim kontra Arema FC, Zanadin Fariz mensyukuri satu poin yang diperoleh Persik, pertandingan berlangsung sangat ketat dan tidak mudah bagi dia dan rekan setimnya bermain di kandang Singo Edan tersebut.

“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan satu poin di laga away ini. Kami bermain sangat bagus pada pertandingan ini. Namun sayangnya kami tidak dapat meraih tiga poin. Pertandingan sangat ketat dan tidak mudah bermain di kandang Arema FC,” tuturnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *