Berdasarkan data yang terhubung dengan ponsel, smartwatch masih mencatat pergerakan langkah kaki setelah pesawat dinyatakan jatuh.
Pitri menyebut informasi itu diterimanya dari sang adik, Dian, yang berada langsung di lokasi pencarian Bulusaraung. Dian, yang juga merupakan kekasih Farhan, segera berangkat ke Makassar usai menerima kabar kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Dari data perangkat, langkah kaki tercatat sejak pukul 06.00 WITA dengan jumlah sekitar 9.000 langkah dan terus bertambah hingga mencapai 13.467 langkah pada malam hari. Temuan ini memunculkan harapan di pihak keluarga bahwa Farhan masih memiliki peluang bertahan.
“HP Farhan terhubung ke smartwatch-nya. Saat dicek, ada pergerakan langkah kaki sejak pagi hingga malam hari,” ujar Pitri.
Keluarga pun meminta agar area pencarian diperluas dengan penambahan personel serta dukungan udara, mengingat waktu krusial penyelamatan atau golden time hanya berlangsung 72 jam pascakejadian.
Sementara itu, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan lebih dari 1.200 personel telah diterjunkan dalam operasi ini.


