KITAINDONESIASATU.COM– Suasana di Bangbarung Kecamatan Bogor Utara, Pada Minggu sore, 2 Maret 2025, dipenuhi semangat Ramadan ketika sejumlah pedagang takjil diserbu oleh warga yang antusias.
Hari kedua bulan suci ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, di mana masyarakat Bogor berbondong-bondong mencari menu takjil untuk berbuka puasa.
Beragam pilihan takjil menggoda selera, mulai dari kolek, siomay, hingga bubur kacang hijau dan berbagai gorengan. Para pedagang takjil pun mengungkapkan rasa syukur atas animo masyarakat yang sangat besar.
“Alhamdulillah, ramai juga yang beli mulai di dari hari pertama kemarin meskipun hujan. Mereka sudah mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB,” ujar Dani, salah satu penjual takjil di Bangbarung Kecamatan Bogor Utara.
Ida, pedagang lainnya, juga sudah bersiap di lapak sejak pukul 13.00 WIB. “Saya ingin menata lapak lebih awal agar siap saat pembeli datang,” ungkapnya.
Dani menjelaskan bahwa ia memulai usaha ini pada tahun 2000 dan setiap tahunnya selalu ramai. “Omzet saya bervariasi, tapi paling sedikit bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Saya jual kolek dan gorengan saja,” tambahnya.
Harga kolek yang dijual Dani pun menarik perhatian. Untuk ukuran besar, ia membanderolnya seharga Rp10 ribu, sementara ukuran kecil dijual dengan harga Rp8 ribu.
Warung Dani menjadi salah satu lokasi favorit di antara pembeli, yang mengaku bahwa koleknya memiliki cita rasa yang khas.
“Iya, saya memang sudah langganan. Koleknya enak, tidak kemanisan, jadi pas untuk berbuka,” kata Asep Sapdian, seorang pemburu takjil.
Asep menjelaskan bahwa kedatangannya ke lapak takjil tidak hanya untuk berburu makanan berbuka, tetapi juga untuk menghabiskan waktu sambil menunggu adzan Maghrib, atau yang biasa disebut ngabuburit.
“Iya, sambil bermain sama anak. Kebetulan ini hari pertama dia belajar puasa, jadi biar tidak terasa lama menunggu adzan Maghrib,” pungkas Asep. (Nicko/Yo)


