Namun, di tengah euforia gol bersejarah tersebut, sorotan tajam justru kembali tertuju pada sang kapten legendaris, Cristiano Ronaldo.
Hingga peluit babak pertama ditiup, sang GOAT yang berusia 41 tahun ini masih mandul dan belum berhasil mencetak gol.
Tekanan dari meme “Saya juga bisa hattrick” dan ejekan warganet yang menyuruh fans pakai helm jelas menjadi beban mental yang berat, meski sang legenda terus berusaha mencari celah di antara rapatnya pertahanan lawan.
Fakta ini membuktikan bahwa gol Yoane Wissa bukan sekadar gol hiburan, melainkan injeksi mental baja bagi DR Kongo untuk terus merepotkan Portugal.
Kini, ruang ganti Portugal pasti sedang dipenuhi dengan teriakan dan instruksi keras dari Roberto Martínez.
Akankah Cristiano Ronaldo akhirnya lepas landas, membungkam semua meme, dan mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2026 di babak kedua?
Atau justru DR Kongo akan terus membuat kejutan dan mempermalukan sang raksasa Eropa? Kita saksikan kelanjutan drama panas ini! Vamos Portugal!***
