Tak hanya itu, sistem pertahanan anti-drone milik Armada Kelima AS di Manama juga dilaporkan hancur akibat serangan drone. Insiden ini menambah daftar target dalam eskalasi konflik Iran AS Israel.
IRGC juga menyebut dua sistem radar peringatan dini di pangkalan militer Ahmad Al-Jaber menjadi sasaran berikutnya. Serangan ini menunjukkan perluasan jangkauan serangan IRGC ke target AS dan Israel di berbagai titik strategis.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz berada dalam kendali penuh mereka. Peringatan keras juga disampaikan bahwa setiap pergerakan musuh akan langsung dibalas dalam rangka serangan IRGC lanjutan.
Situasi ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik yang memanas ini memperkuat dinamika konflik Iran AS Israel di kawasan.
Sebelumnya, serangan besar dilancarkan oleh AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran. Aksi tersebut memicu respons balasan berupa serangan IRGC menggunakan rudal dan drone ke berbagai target strategis.
Sebagai balasan, Iran terus meningkatkan intensitas operasi militernya. Gelombang serangan IRGC ke target AS dan Israel pun diprediksi masih akan berlanjut seiring konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.***


