KITAINDONESIASATU.COM – Ditengah konfilk dengan Iran, Israel tak henti menyerang warga Palestina. Sebuah serangan udara Israel dan darat menargetkan sebuah kamp pengungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Senin 23 Juni 2025 malam, menewaskan puluhan orang dan melukai banyak lainnya.
Insiden tragis ini memicu kecaman internasional dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah tersebut.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 45 orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan yang menghantam area yang ditetapkan sebagai “zona aman” bagi warga sipil yang mengungsi dari pertempuran di wilayah lain di Gaza.
Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan tenda-tenda yang terbakar dan tim penyelamat berjuang keras di tengah kobaran api untuk menemukan korban.
Militer Israel menyatakan pihaknya sedang meninjau laporan tersebut. Mereka mengklaim serangan itu menargetkan dua pejabat senior Hamas di daerah tersebut. Namun, skala kehancuran dan jumlah korban sipil yang tinggi menimbulkan pertanyaan serius tentang proporsionalitas respons militer Israel.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya di Rafah.
Insiden ini semakin meningkatkan tekanan global terhadap Israel untuk mematuhi hukum internasional dan melindungi warga sipil dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan ini. Komunitas internasional menyerukan penyelidikan segera dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

