KITAINDONESIASATU.COM – Pasangan selebritas Roger Danuarta dan Cut Meyriska akhirnya buka suara setelah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan agen perjalanan umrah Hanania Group.
Keduanya hadir untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Dalam proses klarifikasi tersebut, Roger dan Cut Meyriska mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik mengenai keterlibatan mereka dengan pihak travel yang kini tengah tersandung masalah hukum.
Cut Meyriska menyebut pemeriksaan berlangsung lancar. Tim penyidik memberikan sekitar 30 pertanyaan untuk menggali informasi terkait kerja sama yang pernah dilakukan pasangan tersebut dengan Hanania Group.
“Ada 30 pertanyaan, semuanya berjalan lancar. Kami sudah menyampaikan apa yang kami ketahui dan menyerahkan dokumen seperti kontrak serta surat-surat terkait,” ujar Cut Meyriska usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6).
Istri Roger Danuarta itu menjelaskan, bahwa kerja sama dengan pihak travel terjadi pada 2024 ketika mereka melakukan perjalanan umrah bersama keluarga. Menurutnya, hubungan tersebut sebatas kerja sama promosi konten dan bukan sebagai penerima keuntungan dari bisnis travel tersebut.
Cut Meyriska mengungkapkan sistem kerja sama dilakukan melalui pertukaran konten berupa foto dan video. Namun, ada sejumlah biaya tambahan yang tetap mereka bayarkan, terutama untuk kebutuhan anggota keluarga.
“Konsepnya barter konten. Tapi ada juga pembayaran karena kami pergi sekeluarga, termasuk untuk anak. Semua bukti transfer dan kontrak sudah kami serahkan,” jelasnya.
Sementara Roger Danuarta mengaku awalnya tidak memiliki hubungan langsung dengan pemilik travel. Ia mengetahui Hanania Group melalui rekomendasi rekan sebelum akhirnya mendapat tawaran kerja sama.
Roger mengaku kaget saat mengetahui travel yang pernah mereka gunakan justru terseret dugaan kasus hukum. Pasalnya, sebelum menerima kerja sama, ia mengaku sudah melakukan pengecekan terkait legalitas perusahaan tersebut.
“Kami sudah cek sebelumnya. Travel ini memiliki akreditasi dan rekam jejak yang terlihat baik. Kami juga bertanya kepada jemaah yang pernah berangkat dan responsnya positif,” kata Roger.
Meski ikut diperiksa sebagai saksi, Roger dan Cut Meyriska menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya dugaan masalah yang kini menimpa travel tersebut.
Keduanya juga menyampaikan empati kepada para jemaah yang menjadi korban dan berharap kasus ini segera menemukan jalan keluar.
“Kami ikut prihatin dengan para jemaah yang belum bisa berangkat. Semoga proses hukum berjalan baik dan para korban mendapatkan keadilan,” tandas Roger. (*)
