Untuk warga Jakarta sendiri, Ridwan memiliki program sembako murah. Adapun hal itu akan dijalankan untuk ratusan kelurahan di wilayah Jakarta.
Ia sudah melakukan simulasi untuk program sembako murah tersebut. “Seperti tebus murah, populis tapi disukai. Juga harus sering intervensi harga sembako di pasar-pasar,” ucapnya.
Program lainnya, katanya, Pemprov melakukan kontrak di bidang farming. Hal ini berkaitan guna menciptakan ketahanan pangan masyarakat.
Sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta dipasok dari luar. Maka pihaknya akan melakukan kontrak farming baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga akan memperoleh sembako murah dari Pemrov,” katanya. Diharapkan dengan program sembako murah, mampu memberantas stunting di masyarakat. (Aris MP).

