KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam setelah dilaporkan terjadi insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa di beberapa wilayah, termasuk di Jawa Barat dan Jawa Timur. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis sosial Ratna Sarumpaet.
Melalui pernyataan publiknya dikutip Senin 6 Oktober 2025, Ratna mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi total program MBG. Ia bahkan mengajukan usulan ekstrem: mengganti program pemberian makanan siap santap tersebut dengan bantuan tunai yang diserahkan langsung kepada kepala keluarga siswa.
Ratna mengusulkan agar setiap kepala keluarga siswa diberikan uang tunai sebesar Rp50.000 per hari per siswa. Menurutnya, langkah ini lebih menjamin kebersihan dan keamanan pangan, sebab orang tua dapat memilih sendiri bahan makanan yang terbaik dan memasaknya di rumah.
“Sudah berapa kali kejadian keracunan? Ini bukan lagi soal gizi, tapi soal nyawa dan higienitas. Serahkan uangnya kepada orang tua, biar mereka yang bertanggung jawab. Rp50 ribu per hari adalah jumlah yang layak,” ujar Ratna.
Ia menilai mekanisme saat ini, yang melibatkan pihak ketiga dalam penyediaan makanan, terlalu rentan terhadap penyimpangan dan buruknya kualitas. Usulan kontroversial ini pun menuai perdebatan sengit di kalangan masyarakat dan politisi.(*)

