KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah rentetan serangan militer yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon menelan ratusan korban jiwa.
Berdasarkan laporan otoritas kesehatan setempat, jumlah korban tewas di Lebanon telah melampaui 680 orang sejak awal Maret 2026.
Serangan tersebut disebut menargetkan posisi kelompok bersenjata Hezbollah yang berbasis di Lebanon.
Namun, dalam perkembangan di lapangan, banyak korban berasal dari kalangan sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Korban Sipil Lebanon Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 687 orang meninggal dunia akibat rangkaian serangan tersebut.
Dari jumlah itu, puluhan korban merupakan anak-anak serta sejumlah perempuan dan tenaga medis. Selain korban meninggal, lebih dari 1.700 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Data yang dihimpun juga menunjukkan ratusan anak-anak termasuk di antara korban yang terluka dalam konflik yang terus berlangsung.
Serangan Balasan di Perbatasan
Ketegangan antara Israel dan Hezbollah meningkat setelah kedua pihak saling melancarkan serangan lintas perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.
Hezbollah disebut menembakkan roket ke sejumlah wilayah Israel, yang kemudian dibalas dengan serangan udara oleh militer Israel.
