Qalibaf juga menyoroti pola yang ia sebut sebagai siklus berbahaya: “perang—negosiasi—gencatan senjata—dan kemudian perang lagi”.
Menurutnya, rezim Zionis memanfaatkan siklus ini untuk mengkonsolidasikan dominasi regional mereka.
“Kami akan memutus siklus ini,” tegasnya tanpa ragu.
Konteks Serangan 28 Februari
Pernyataan ini muncul dalam bayang-bayang kampanye militer skala besar AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Gelombang serangan udara menyasar lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan korban jiwa signifikan dan kerusakan infrastruktur luas.

