KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan telah merampungkan proses rekapitulasi hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru tahun 2024. Kegiatan ini diselesaikan pada Selasa dini hari, 22 April 2025.
Dalam rekap tersebut, pasangan calon nomor urut 01, Erna Lisa Halaby dan Wartono, yang didukung 13 parpol (Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, NasDem, PAN, PKB, PKS, Gelora dan Partai Non Parlemen, PBB, Perindo, Garuda, PSI), berhasil meraih kemenangan atas kotak kosong. Mereka memperoleh 56.043 suara atau setara dengan 52,15 persen dari total suara sah. Sementara itu, kotak kosong mendapatkan dukungan sebanyak 51.415 suara atau 47,84 persen. Selisih suara di antara keduanya tercatat sebanyak 4.628 suara, atau sekitar 4,31 persen.
Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, menyampaikan bahwa jumlah total suara yang masuk mencapai 110.816 suara. Dari angka tersebut, sebanyak 107.458 merupakan suara sah, sedangkan 3.358 lainnya termasuk suara tidak sah. Adapun jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada PSU kali ini adalah sebanyak 195.819 orang.
Meskipun proses penghitungan suara telah diselesaikan, KPU belum bisa menetapkan pasangan terpilih secara resmi sebelum menerima surat keputusan dari KPU RI. Selain itu, terdapat masa tunggu selama tiga hari untuk memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang hendak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bila dalam waktu tersebut tidak ada sengketa yang diajukan, maka penetapan pasangan calon terpilih akan segera dilakukan melalui rapat pleno terbuka.
“Kami memastikan bahwa seluruh proses telah mengikuti ketentuan yang berlaku. Tidak ada kesalahan dalam penghitungan, baik di tingkat TPS, kecamatan, maupun kota. Rekap dilakukan menggunakan sistem digital yang sudah dilengkapi rumus otomatis di Microsoft Excel, jadi kecil kemungkinan terjadi kekeliruan,” ujar Andi.
Paslon nomor urut 01 unggul di tiga wilayah, yaitu Kecamatan Cempaka dengan 10.512 suara, Kecamatan Liang Anggang dengan 17.955 suara, dan Kecamatan Landasan Ulin dengan 29.103 suara. Sebaliknya, kotak kosong unggul di Kecamatan Banjarbaru Selatan (12.962 suara) dan Banjarbaru Utara (11.403 suara).
Andi juga menyoroti tingkat partisipasi pemilih yang mengalami penurunan dibandingkan Pilkada serentak 2024 lalu. Namun demikian, kehadiran pemilih pada PSU kali ini masih cukup tinggi, terutama karena tidak adanya pemilih tambahan seperti pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya.
Terkait potensi kekeliruan, Andi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan hasil suara dalam proses rekap. “Di Kelurahan Guntung Payung sempat terjadi kesalahan input data, bukan ketidakhadiran pemilih. Masalah itu sudah kami benahi dalam rapat pleno. Sementara itu, untuk Lapas Cempaka, memang para warga binaannya memiliki hak pilih, tetapi sebagian memilih tidak datang. Kami telah berkoordinasi dengan pihak lapas,” jelasnya.
Komisioner KPU Kalsel yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, sekaligus Wakil Ketua Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik, Arif Muhyar, menambahkan bahwa jumlah DPT dalam PSU ini tetap konsisten dengan Pilkada yang berlangsung pada 27 November 2024. Meski ada beberapa koreksi kecil di tingkat kecamatan, DPT tetap ditetapkan sebanyak 195.819 pemilih.
“Kami sudah memastikan bahwa data DPT yang digunakan dalam PSU ini sesuai dengan data yang dipakai saat Pilkada sebelumnya. Kalaupun ada perbedaan saat penghitungan sementara, semuanya telah kami perbaiki dan finalisasi pada hari ini,” terang Arif. (Anang Fadhilah/Yo)
