Dalam momen emosional tersebut, ia terlihat mencekik atau menyentak leher Pedro, meskipun klaim awal dari pihak klub menyebut sentuhan tersebut “tidak sampai cedera fisik serius”.
Namun, aksi itu langsung menuai kecaman keras dari media Eropa , yang menyebut perilaku Enrique sebagai tidak profesional dan tidak layak untuk pelatih level internasional.
PSG Tercela, UEFA dan FIFA Diminta Bertindak
Akibat kejadian ini, baik FIFA maupun UEFA dipastikan akan membuka investigasi resmi terhadap tindakan Enrique. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi mendapat hukuman larangan mendampingi tim hingga beberapa pertandingan penting, termasuk Piala Super Eropa melawan Tottenham yang akan digelar bulan Agustus mendatang.
“Situasi ini harus ditangani secara serius. Ini bukan sekadar soal sportivitas, tapi martabat profesi kepelatihan,” ujar pakar disiplin sepak bola Eropa.
Final yang Harusnya Berkelas, Malah Dipenuhi Kontroversi
Final yang seharusnya menjadi ajang pembuktian sepak bola elit dunia, berakhir dengan citra yang sangat buruk. PSG, yang sepanjang musim 2024/2025 tampil dominan, pulang dengan kepala tertunduk dan reputasi tercoreng.
Di sisi lain, Chelsea berhasil menjaga martabat , meski sempat terlibat adu mulut dengan beberapa pemain PSG di akhir pertandingan.***


