“Alhamdulillah memang berkat kebijakan intervensi anggaran berupa pemberian insentif bagi 17 ribu guru ngaji, saat ini 80 persen anak-anak di Kabupaten Bandung bisa mengaji Al-Qur’an. Awalnya hanya 15 persen saja yang bisa membaca Al-Qur’an,” jelas Kang DS.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menyebut program pemberian insentif guru ngaji itu akan terus dilanjutkan karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama anak-anak mulai dari tingkat SD dan SMP.
Tak hanya itu, program pemberian insentif bagi 17 ribu guru ngaji dan muatan lokal mengaji yang diluncurkan pada tahun 2021 ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan agama atau pondasi spiritual masyarakat Kabupaten Bandung.
“Program pemberian insentif guru ngaji dan implementasi program muatan lokal mengaji ini merupakan ikhtiar kami untuk membentuk anak-anak Kabupaten Bandung sebagai generasi penerus yang berakhlakul karimah dan berkarakter,” tutur Dadang Supriatna.
Baca Juga : Ribuan Guru Ngaji dan Tukang Ojek Antar Dadang Supriatna-Ali Syakieb Daftar ke KPU
Selain itu, program insentif guru ngaji ini juga membantu meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji di Kabupaten Bandung. Insentif yang diberikan membantu meringankan beban ekonomi mereka dan memungkinkan mereka untuk lebih fokus dalam menjalankan tugas pengajaran.
Sebanyak 17 ribu guru ngaji di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung, tidak hanya memperoleh insentif sebesar Rp 350 ribu per bulan, namun mereka juga memperoleh fasilitas layanan BPJS yang dibayarkan gratis oleh Pemkab Bandung.
“Sebelum program ini diluncurkan, terus terang tidak banyak yang memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji. Tapi mereka saat ini selain diperhatikan kesejahteraannya, juga memperoleh jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja serta kematian. Kami pemerintah daerah yang membayar preminya,” ungkap Dadang Supriatna.
Dengan keberhasilan program insentif guru ngaji ini, Bupati Bandung Dadang Supriatna, telah membuktikan bahwa kepemimpinannya berhasil membawa perubahan positif dalam upaya menyejahterakan masyarakat Kabupaten Bandung.
