KITAINDONESIASATU.COM – Nama Ferry Irwandi mendadak menjadi sorotan publik setelah ia disebut-sebut akan dilaporkan oleh seorang jenderal TNI. Sosok Ferry dikenal sebagai aktivis dan kreator konten yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah melalui platform digitalnya.
Lahir di Jambi pada 16 Desember 1991, Ferry memiliki latar belakang pendidikan yang unik. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan bahkan pernah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan selama 10 tahun. Namun, pada 2022 ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan fokus menjadi konten kreator.
Ferry Irwandi dikenal dengan konten-konten edukatifnya yang membahas isu-isu politik, ekonomi, dan sosial dengan gaya yang mudah dipahami. Ia juga merupakan pendiri Malaka Project, sebuah inisiatif untuk meningkatkan akses pendidikan.
Selain itu, ia juga dikenal aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai platform digital, terutama YouTube. Topik yang diangkat beragam, mulai dari isu politik, filsafat Stoikisme, hingga masalah sosial. Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai penganut Stoikisme dan sering membagikan pemikiran filosofis tersebut dalam kontennya.
Isu pelaporan terhadap Ferry mencuat setelah Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa 9 September 2025 untuk konsultasi terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan Ferry. Jenderal tersebut menyinggung pernyataan Ferry mengenai algoritma media sosial, yang diduga terkait dengan pencemaran nama baik.
Menanggapi hal ini, Ferry Irwandi menyatakan tak gentar dan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum. “Saya tidak pernah dididik jadi pengecut,” tulisnya di media sosial. Kasus ini memicu perdebatan luas di masyarakat mengenai kebebasan berekspresi dan peran militer dalam ruang sipil.(★)
