KITAINDONESIASATU.COM – Kediaman pribadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. Atalia Praratya, S.IP., M.I.KOM., di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, digeruduk oleh massa yang menamakan diri Forum Santri Nusantara pada Selasa, 14 Oktober 2025 sore.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh pernyataan Atalia yang mengkritik rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang ambruk.
Atalia, yang juga merupakan istri dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Golkar, sebelumnya mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang penggunaan dana APBN tersebut. Ia menilai mekanisme penggunaan anggaran harus jelas, adil, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial, serta memastikan proses hukum terkait insiden di Al Khoziny berjalan serius.
Pernyataan ini menimbulkan kegaduhan di kalangan santri. Koordinator aksi, Riki Ramdan Fadilah, menyatakan bahwa pernyataan tersebut dinilai tidak sensitif, berpotensi mencoreng citra pesantren secara nasional, dan mencederai perasaan komunitas santri. Mereka menuntut Atalia untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada publik.
Sekilas Profil “Ibu Cinta”
Dikenal dengan sapaan “Ibu Cinta”, Atalia Praratya lahir di Bandung pada 20 November 1973. Ia merupakan seorang politikus, dosen tetap di Universitas Widyatama sejak 2020, dan juga penulis beberapa buku. Atalia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I pada Pemilu 2024 dan resmi menjabat sejak 1 Oktober 2024.
Sebelumnya, Atalia sangat aktif di Jawa Barat, di antaranya menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat dan pendiri Jabar Bergerak. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran.
Setelah aksi demonstrasi, Atalia diketahui membagikan momen pertemuannya dengan pihak Forum Pondok Pesantren Jawa Barat dan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui media sosial.(*)
