KITAINDONESIASATU.COM– Menua memang tak bisa dihindari, namun tetap sehat dan bugar di usia senja bukanlah hal mustahil. Kuncinya terletak pada bagaimana kita memahami perubahan metabolisme tubuh seiring pertambahan usia dan salah satu rahasia yang kerap terlupakan ternyata bisa ditemukan dalam segelas susu.
Proses penuaan adalah bagian alami dari kehidupan. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penurunan laju metabolisme basal akibat berkurangnya massa otot tanpa lemak (sarkopenia) dan meningkatnya akumulasi lemak, terutama di area perut. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.
“Selain itu, penurunan efisiensi mitokondria juga menyebabkan penuaan sel dan stres metabolik,” jelas Prof Ronny Rachman Noor, Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan IPB, Selasa 7 Oktober 2025.
Menurutnya, salah satu tanda yang mudah diamati adalah menumpuknya lemak di sekitar perut akibat perubahan hormon dan berkurangnya kapasitas jaringan adiposa dalam menyimpan lemak. Karena itu, gaya hidup dan pola makan berperan besar dalam menjaga kesehatan manula.
Penelitian menunjukkan bahwa pola makan kaya serat, antioksidan, dan lemak sehat dapat menjaga metabolisme tetap optimal serta mengurangi peradangan. Salah satu sumber nutrisi yang sering direkomendasikan untuk kelompok lanjut usia adalah susu.
“Susu berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran manula. Kandungan kalsium dan vitamin D-nya membantu mencegah osteoporosis, sementara proteinnya mendukung perbaikan dan retensi otot,” terang Prof Ronny.
Ia menambahkan, susu juga relatif mudah dicerna dan membantu menjaga hidrasi tubuh yang kerap menurun pada usia lanjut. Saat ini, di pasaran tersedia berbagai jenis susu yang telah diformulasikan khusus untuk lansia mengandung magnesium, vitamin B, dan zat gizi lain.
Namun, Prof Ronny mengingatkan agar manula tetap memperhatikan kondisi kesehatan pribadi. “Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, diabetes, atau masalah jantung, sebaiknya memilih susu bebas laktosa, rendah lemak, atau susu nabati yang telah diperkaya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai gizi susu sangat bergantung pada jenis ternak, genetik, serta pakan yang diberikan. Hal itu membuat susu sapi, kerbau, dan kambing memiliki komposisi nutrisi yang berbeda-beda. Bahkan, antarjenis sapi perah seperti Holstein, Jersey, atau Guernsey pun memiliki perbedaan kadar protein dan lemak.

