Di antara berbagai jenis susu, susu kambing menjadi pilihan yang menonjol untuk manula. Alasannya, susu kambing mengandung globula lemak yang lebih kecil dan kadar laktosa yang lebih rendah sehingga lebih mudah dicerna.
“Susu kambing kaya akan kalsium, fosfor, dan vitamin D yang penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan kalium dan omega-3-nya juga mendukung kesehatan jantung,” ujar Prof Ronny.
Selain itu, struktur protein dan asam lemak esensial dalam susu kambing dapat membantu mengurangi peradangan seperti artritis, sementara kandungan triptofan dan fosfolipidnya berperan dalam meningkatkan ketahanan terhadap stres.
Lantas, susu mana yang sebaiknya dipilih?
Prof Ronny menyarankan tiga kategori utama susu untuk lansia, yaitu susu rendah lemak, susu yang diformulasikan khusus untuk manula, dan susu nabati yang diperkaya seperti susu kedelai atau almond.
Berdasarkan standar United States Department of Agriculture (USDA), manula disarankan mengonsumsi susu tiga kali sehari, masing-masing satu gelas. Kebutuhan ini juga dapat dipenuhi melalui produk olahan seperti yoghurt, keju, atau susu kedelai yang diperkaya.
“Jadi, susu bukan hanya penting bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga bagi manula dalam menjaga kesehatan, kekuatan tulang, serta kebugaran tubuh di masa tua,” pungkas Prof Ronny. (Nicko)



