Berita Utama

Produk Baja Nasional Dipatok 27 Juta Ton, Krakatau Steel Ekspor 5.000 Ton Baja

×

Produk Baja Nasional Dipatok 27 Juta Ton, Krakatau Steel Ekspor 5.000 Ton Baja

Sebarkan artikel ini
eksporbaja
Ekspor baja ke Amerika Serikat (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah Indonesia memasang target produksi baja nasional dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton pada tahun 2029. Target ini bukan sekadar angka, tapi sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Sementara itu, prestasi gemilang diraih PT Krakatau Steel Tbk melalui anak perusahaanya PT Krakatau Baja Industri (PT KBI) melakukan ekspor produk baja Cold Rolled Coil (CRC) ke Amerika.

Diirektur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dodi Prasetyo mengatakan bahwa industri baja memiliki peran vital bagi ekonomi negara. “Meningkatkan produksi Baja dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton pada 2029 merupakan tantangan besar. Diperlukan perencanaan dan investasi yang matang untuk menembus target tersebut,” kata Dodi dalam acara ISSEI 2025 di Jakarta, kemarin.

Kata Dodi, peningkatan produksi baja nasional ini akan mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan pendapatan devisa negara.

Kendati demikian Dodi mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas produksi baja harus dibarengi dengan kualitas dan keberlanjutan menuju baja hijau. Baja hijau bukan hanya tuntutan global, tapi menjadi peluang nbersaing di pasar internasional.

Oleh sebab itu, dibutuhkan inovasi teknologi dan investasi dalam proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi semua pemangku kepentingan, seperti swasta, masyarakat, akademisi dan pemerintah harus diperkuat agar ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri baja.

Secara terpisah, anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan ekspor produk baja Cold Rolled Coil (CRC) ke Amerika. “Hari ini kami memproduksi baja berkualitas baik dan mampu mendobrak pasar ekspor baja ke ​Amerika Serikat sebanyak 5.000 ton. Produk yang di ekspor yaitu baja CRC diolah konsumen kami, PT Tata Metal Lestari menjadi produk hilir Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) Baja Lapis Seng (BJLS), dan Baja Lapis Aluminium Seng dan Baja Lapis Seng Cat Warna (BJLAS & BJLS Warna),” ungkap Direktur Utama PT Krakatau Baja Industri Arief Purnomo.

Baca Juga  TikTok PHK 700 Karyawan di Malaysia Digantikan dengan Teknologi AI

Kata Arief, dibutuhkan spesifikasi baja khusus agar dapat membuat produk-produk baja jenis ini. Fasilitas Cold Rolling Mill mampu menjaga kualitas produksinya. “Ekspor ke Amerika ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lemah, kita mampu menembus pasar Amerika Serikat yang akhir-akhir ini disebut sulit ditembus dengan proteksionismenya. Ini sebuah pembuktian bahwa Krakatau Steel Group bisa memperoduksi baja berkualitas tinggi dan dapat diperhitungkan oleh pasar global,” tutur Akbar Djohan.

Sedangkan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Muhamad Akbar Djohan menambahkan bahwa saat ini Krakatau Steel dan Group tengah bertransformasi menjadi lebih baik lagi dan terus mendorong pelaku industri baja hulu hingga hilir untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mendorong untuk juga menjangkau pasar ekspor melalui finished product.

“Hal ini juga salah satu implementasi melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri, sehingga dengan soliditas industri baja nasional kita dapat memperkuat perekonomian Indonesia untuk tumbuh hingga 8 persen,” tegas Akbar Djohan.

Baca Juga  Sosok Letjen TNI Deddy Suryadi: Pangdam Jaya Pertama Berpangkat Bintang Tiga

Sebagai informasi tambahan, Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan Jakarta, Hall A dan B, tanggal 21-23 Mei 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *