Berita Utama

Politeknik Penerbangan Surabaya: Antara Potensi dan Kurangnya Minat

×

Politeknik Penerbangan Surabaya: Antara Potensi dan Kurangnya Minat

Sebarkan artikel ini
Politeknik PEnerbangan Surabaya. (Ist)
Politeknik PEnerbangan Surabaya. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Bagi Anda siswa kelas 12 SMA, tahun ini merupakan saat yang tepat untuk memilih perguruan tinggi negeri idaman dalam meraih cita-cita masa depan. Salah satu tempat kuliah yang menjadi sasaran untuk menimba ilmu yakni sekolah kedinasan.

Di antara sekolah kedinasan tersebut, termasuk Politeknik Penerbangan Surabaya (PPS) merupakan salah satu institusi pendidikan penerbangan terkemuka di Indonesia.

Meski memiliki fasilitas lengkap dan prospek kerja yang menjanjikan, PPS ternyata masih sepi peminat. Fenomena ini menjadi ironi di tengah tingginya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang penerbangan.

Baca Juga  Siap-Siap! Pendaftaran Sekolah Kedinasan Segera Dibuka: Ini yang Wajib Diketahui Peserta

Berdasarkan catatan yang didapat pada tahun 2024 lalu, pendaftar di PPS ini hanya 226 orang. Ini menunjukkan bahwa jumlah pendaftar di PPS selalu lebih rendah dari kapasitas yang tersedia.

Minimnya jumlah pendaftar di PPS pada tahun 2024 ini bisa menjadi acuan bagi siswa kelas 12 SLTA yang akan menempuh Pendidikan di sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan. Potensi Anda untuk diterima semakin besar karena tingkat persaingan tidak terlalu ketat.

Bahkan, beberapa program studi hanya memiliki sedikit peminat. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi PPS untuk terus berupaya meningkatkan daya tariknya di mata calon mahasiswa.

Baca Juga  Pendaftaran Sekolah Kedinasan Segera Dibuka: Begini Cara Daftarnya!

Faktor-faktor Penyebab

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kurangnya minat terhadap PPS. Pertama, kurangnya sosialisasi dan informasi mengenai program studi yang ditawarkan. Masyarakat, khususnya siswa SMA/SMK, mungkin tidak mengetahui peluang karir di bidang penerbangan yang sangat luas.

Kedua, persaingan dengan sekolah penerbangan lain, baik yang berstatus negeri maupun swasta. Beberapa sekolah penerbangan swasta mungkin menawarkan program studi yang lebih populer di kalangan calon mahasiswa.

Ketiga, stigma negatif terhadap sekolah kedinasan. Sebagian masyarakat mungkin masih menganggap sekolah kedinasan, termasuk PPS, sebagai pilihan kedua setelah perguruan tinggi umum. Padahal, lulusan sekolah kedinasan memiliki prospek kerja yang lebih terjamin.

Baca Juga  Skor Akhir Brentford vs Tottenham, Thomas Frank Gagal Menang Lawan Mantan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *