KITAINDONESIASATU.COM – Peristiwa memilukan terjadi di Kepulauan Meranti, Riau. Jenazah seseorang harus dibawa menggunakan gerobak kayu karena ambulans di didesa tersebut dikatakan rusak.
Kejadian teresebut dialami oleh warga Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
M. Yasir (sang anak) harus membawa Jenazah Muhazin (ayah) ke tempat pemakaman umum menggunakan gerobak kayu yang ditarik oleh sepeda motor, karena ambulans di puskesmas rusak, Rabu (22/1/2025).
Dalam video yang beredar di media sosial memperlihatkan jenazah yang dibaringkan diatas kasur dan ditutupi kain keranda berwarna hitam di dalam gerobak kayu.
Gerobak tersebut ditarik menggunakan motor, dan Yasir duduk di gerobak sambil memayunhi jenazah sang ayah.
Gerobak digunakan karena TPU yang cukup jauh atau berjarak 3 kilometer dari rumah duka, saat menghubungi puskesam untuk meminjam ambulans, tetapi kabar buruk diterima.
- Arema FC vs Bali United: Singo Edan Tumbang 1-3 di Kanjuruhan, Dua Pemain Kena Kartu Merah!
- Manchester City vs Brighton: Jadwal Liga Inggris 31 Oktober 2026, Misi Balas Dendam di Etihad, Haaland Siap Menggila!
- Kabar Duka: Hj. Suharti, Pendiri RM Ayam Goreng Suharti, Meninggal Dunia
- 3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga III, BNPB Keluarkan Peringatan untuk Warga
- Dua Nyawa Melayang di Porprov Jateng 2026, Erick Thohir Desak Evaluasi Total!
Ambulans dikabarkan sudah rusak selama 4 bulan dan tak bisa digunakan.
Keluarga sebenarnya sempat ingin menggunakan cara lain dengan meminjam kendraan dari pihak lain namun sama kendaraan disebut rusak.
Dan pilihan menggunakan gerobak adalah pilihan terakhir, setelah semua kendraan tak bisa digunakan.
Dalam perjalanan terakhir itu, Yasir merasa sangat sedih dengan situasi yang terjadi. Gerobak kayu miliknya ditarik oleh sepeda motor yang dikendarai seorang teman bernama Rahmat. Sementara itu, Yasir duduk di atas gerobak untuk memastikan jenazah ayahnya terlindungi.
Yasir berharap pihak terkait agar segera melakukan perbaikan pada fasitlitas dan jangan sampai ada lagi keluarga yang harus menghadapi situasi seperti ini.




