KITAINDONESIASATU.COM – Penampilan Chelsea dipekan ke-14 Liga Inggris yang buruk menghadapi Leeds United membuat keraguan hingga harus mengalami kekalahan 1-3.
Sejumlah kalangan kini menimbulkan rasa keraguan yang serius terhadap kemampuan Chelsea dalam persaingan memperebutkan puncak klasemen Liga Inggris.
Di sisi lain Arsenal dengan aman telah menjalani laga melawan Brentford 2-0 semakin memperlebar jurang pemisah dengan selisih semakin jauh 9 poin.
Sebelumnya Chelsea dengan menyakinkan mampu menahan Arsenal 1-1, namun dilaga berikutnya langsung kecewa berat setelah kalah dari Leeds United 1-3.
Dalam pertandingan itu, di mana anak asuh Enzo Maresca benar-benar kalah kelas dalam hal kekuatan fisik dan semangat juang dalam berkompetisi itu.
Hasil ini tidak hanya membantu pelatih Daniel Farke untuk sementara waktu terbebas dari tekanan pemecatan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang kegigihan dan kedalaman Chelsea dalam perebutan gelar Liga Primer musim ini.
Yang lebih mengejutkan, kekalahan itu terjadi hanya tiga hari setelah tim asuhan Enzo Maresca digadang-gadang sebagai penantang gelar juara menyusul kemenangan impresif atas Arsenal.
Namun, performa inkonsisten Chelsea segera terkuak di malam di mana mereka benar-benar terpuruk oleh permainan energik tuan rumah, hingga Chelsea harus mengalami kekalahan menyakitkan.
Maresca mengakui setelah pertandingan, jika mereka lebih baik dari kami dalam segala hal, tidak ada yang bisa dipelajari dari pertandingan ini selain melihat kembali kesalahan dan memulai lagi.
Leeds memperlihakan permainan penuh semangat, menekan dengan gigih dan memanfaatkan kesalahan pertahanan Chelsea.
Jaka Bijol membuka skor dari tendangan sudut, Ao Tanaka menggandakan keunggulan dengan tendangan jarak jauh yang apik, sebelum Dominic Calvert-Lewin memastikan kemenangan di babak kedua.
Meskipun Pedro Neto mencetak gol setelah masuk menggantikan Estevao, Chelsea hanya memiliki sedikit peluang emas di Elland Road.
Absennya Moises Caicedo meninggalkan kekosongan besar di lini tengah, dengan Tanaka tampil gemilang dan Chelsea kehilangan kendali.
Bahkan kembalinya Cole Palmer pun tidak cukup untuk membangkitkan semangat tim tamu, sementara Farke membuktikan bahwa ia masih mendapat dukungan dari para pemain dan penggemar Leeds setelah meraih kemenangan meyakinkan dalam hal permainan dan semangatnya.
Statistik menunjukkan perbedaan yang semakin nyata, ekspektasi gol (xG) Leeds sebesar 2,82 hampir tiga kali lipat dari Chelsea (1,11), menunjukkan dominasi mereka.
Dominic Calvert-Lewin, yang gagal mencetak gol dalam tujuh pertandingan berturut-turut, berhasil mencetak gol dalam dua pertandingan terakhirnya berkat perubahan taktik Farke.
Kekalahan ini semakin parah bagi Chelsea ketika Arsenal menang 2-0 atas Brentford di babak yang sama, sehingga memperlebar jarak antara kedua tim menjadi 9 poin.
Dengan performa yang tidak konsisten, terutama melawan lawan yang menerapkan pressing ketat seperti Leeds atau Manchester United, Chelsea menunjukkan bahwa mereka belum mencapai stabilitas yang dibutuhkan untuk menjadi kandidat juara.
Jika tak segera memperbaiki performanya, Chelsea akan kesulitan mempertahankan posisinya dalam persaingan , apalagi bersaing secara adil dengan Arsenal, tim yang tengah menunjukkan kegigihan dan stabilitas di tahap krusial musim ini. **
