KITAINDONESIASATU.COM – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran, hancur akibat hantaman rudal yang menewaskan puluhan siswi.
Dalam pernyataan resminya melalui media pemerintah IRIB, IRGC menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan balasan langsung atas “kejahatan perang” yang dilakukan terhadap warga sipil mereka. Target utama serangan mencakup fasilitas strategis tempat personel militer AS ditempatkan di kawasan Teluk, termasuk pusat komando dan pangkalan udara yang selama ini menjadi titik tumpu operasi Amerika di Timur Tengah.
“Kami telah memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap kedaulatan dan rakyat Iran akan dibayar dengan harga yang sangat mahal,” tulis pernyataan resmi IRGC. Pihak Teheran juga memberikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan serangan oleh pihak asing, atau mereka akan dianggap sebagai target sah berikutnya.
Hingga saat ini, pihak Pentagon masih melakukan penilaian kerusakan (battle damage assessment) di lokasi kejadian. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dari pihak militer AS, namun tingkat kewaspadaan di seluruh instalasi militer Amerika di Timur Tengah kini berada pada status tertinggi seiring meningkatnya ancaman perang terbuka di kawasan tersebut.
