Berita Utama

Penurunan Suhu di Jawa Saat Kemarau, BMKG Ungkap Fenomena

×

Penurunan Suhu di Jawa Saat Kemarau, BMKG Ungkap Fenomena

Sebarkan artikel ini
penurunan suhu
Penurunan suhu mulai dirasakan di berbagai. (Unsplash.com/ Jarosław Kwoczała)

KITAINDONESIASATU.COM – Penurunan suhu mulai dirasakan di berbagai wilayah Pulau Jawa seiring memasuki puncak musim kemarau.

Udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang membuat langit lebih cerah dan kelembapan udara menurun.

BMKG menjelaskan penurunan suhu ini berkaitan dengan fenomena bediding. Fenomena tersebut umum terjadi saat musim kemarau.

Fenomena penurunan suhu dipicu oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke Indonesia.

Langit yang minim awan membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas pada malam hari. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih rendah.

BMKG memetakan kondisi ini berpotensi terjadi di berbagai wilayah Jawa, terutama kawasan dataran tinggi dan pegunungan.

Di beberapa daerah, suhu minimum bahkan dapat turun hingga belasan derajat Celsius.

Wilayah tertentu juga berpotensi mencatat suhu di bawah 10 derajat Celsius.

Meski terasa lebih dingin, BMKG menegaskan kondisi tersebut merupakan fenomena musiman yang normal.

Fenomena bediding diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar September selama musim kemarau mendominasi.

Masyarakat diimbau mengenakan pakaian hangat, terutama saat beraktivitas pada malam atau dini hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *