Berita UtamaNews

Pembinaan Siswa di Barak Militer: Solusi Pendidikan atau Pelarian?

×

Pembinaan Siswa di Barak Militer: Solusi Pendidikan atau Pelarian?

Sebarkan artikel ini
tawuran
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggagas bagi siswa yang bermasalah agar ‘dididik’ oleh tentara, melalui program pembinaan di barak militer. Terkait hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, pemerintah akan mengkaji gagasan terseb ut.

Program tersebut bisa saja berjalan asalkan memang tidak melanggar aturan dan hak-hak anak, dan tentu saja mendapat persetujuan orang tua.

“Sepanjang tidak melanggar hal-hal yang prinsipil. Tapi pemerintah akan periksa dan akan kaji ini,’’ ujar Hasan di Jakarta, Sabtu, 10 Mei 2025.

Pemerintah akan memantau terlebih dahulu keberhasilan program ini yang telah berjalan di Jawa Barat, dan apakah pembinaan ini benar-benar mampu mengurangi kenakalam dan ketidakpatuhan di kalangan siswa atau tidak.

Sebelumnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menggulirkan gagasan menyekolahkan siswa bermasalah provinsi itu dengan didikan di barak militer, yang diterapkan mulai 2 Mei 2025.

Pelajar bermasalah yang dikirim ke markas TNI antara lain pelajar yang diduga terlibat tawuran, merokok, hingga menyalahgunakan narkoba. Mereka dikirimkan atas izin orang tua dan akan menjalani pendidikan paling cepat dua pekan hingga enam bulan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *