Tantangan dan Adaptasi
Meski menikmati kehidupan barunya, Peggy mengakui bahwa proses adaptasi di Selandia Baru tidak selalu mudah. Perbedaan cuaca yang dingin, serta perbedaan budaya dengan Indonesia, menjadi tantangan tersendiri.
Namun, berkat dukungan suami dan anak-anak, serta pengalaman hidupnya yang kaya, ia dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik. Menurutnya, pengalaman hidup di berbagai negara sebelumnya membantunya menghadapi dan menghargai tantangan tersebut.
Bagi Peggy, hidupnya kini terasa jauh lebih bermakna. Ia merasa lebih hidup dan puas ketika mengurus peternakan, merawat masjid, dan terlibat dalam kegiatan dakwah.
Baginya, setiap apa yang dimilikinya adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dengan baik, dan ia merasa bahagia dapat berkontribusi di tengah kehidupan yang jauh dari gemerlap dunia hiburan.
Kembali ke Indonesia
Meskipun tinggal di Selandia Baru, Peggy tetap rutin kembali ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga, sahabat, dan berpartisipasi dalam kegiatan dakwah.
Ia mengaku selalu merasa rindu dengan suasana Indonesia, terutama cuaca yang lebih hangat dan makanan khas yang memanjakan lidah.
Kembali ke Indonesia memberinya kesempatan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
