Berita UtamaNews

Pasar Terapung Kuin Alalak Dibangkitkan Demi Selamatkan Wajah Banjarmasin

×

Pasar Terapung Kuin Alalak Dibangkitkan Demi Selamatkan Wajah Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Pasar Terapung Kuin Alalak
Pasar Terapung Kuin Alalak Kota Banjarmasin (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya menghidupkan kembali Pasar Terapung Kuin Alalak yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya sungai di Kota Seribu Sungai. Pasar terapung tersebut diharapkan bukan hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang menonjolkan keunikan Banjarmasin di mata wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Fitriah, mengatakan, meski belum ditetapkan secara resmi sebagai objek wisata, aktivitas jual beli oleh para pedagang perahu atau acil masih berlangsung setiap hari di kawasan Kuin Alalak.

“Memang sampai sekarang belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi, tetapi kegiatan berdagang tetap berjalan,” kata Fitriah, Selasa (28/7/2025).

Selama ini, kegiatan wisata pasar terapung lebih banyak terpusat di kawasan Dermaga Siring Piere Tendean dan hanya aktif setiap akhir pekan. Padahal, menurut Fitriah, Kuin Alalak memiliki nilai sejarah dan budaya sungai yang lebih kuat karena menjadi bagian dari tradisi panjang kehidupan masyarakat Banjarmasin.

“Kami ingin wisatawan yang datang ke Banjarmasin bisa merasakan pengalaman pasar terapung yang otentik, sehingga mereka tidak perlu pergi ke daerah lain,” ujarnya.

Lebih dari sekadar destinasi, pasar terapung juga dinilai sebagai warisan budaya sungai yang sudah mengakar ratusan tahun dan menjadi identitas kota ini. “Pasar terapung bukan hanya simbol, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujar Fitriah.

Sebagai langkah revitalisasi, pemerintah kota menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penataan kawasan, promosi terpadu, hingga melibatkan masyarakat setempat agar Pasar Terapung Kuin Alalak kembali hidup. Harapannya, pasar terapung dapat berfungsi ganda sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus atraksi wisata budaya yang membanggakan. (Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *