Hubungan pertahanan kedua negara tidak hanya dilakukan melalui komunikasi antarpimpinan.
Sejumlah agenda kerja sama telah disiapkan hingga penghujung 2026, termasuk pelaksanaan latihan militer bersama serta forum bilateral yang menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI turut didampingi Asrenum Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Waasops Panglima TNI, dan Kapuskersin TNI.
Komunikasi yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat menjaga hubungan pertahanan Indonesia-Australia tetap konstruktif.
Selain memperkuat koordinasi militer, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan bilateral yang saling menguntungkan.
TNI dan ADF berkomitmen melanjutkan berbagai bentuk kerja sama pertahanan melalui komunikasi strategis, latihan bersama, serta forum bilateral.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkokoh persahabatan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kepentingan Indonesia dan Australia.***





