Berita Utama

Panduan Praktis Ibadah: Tata Cara Salat di Pesawat bagi Jemaah Haji

×

Panduan Praktis Ibadah: Tata Cara Salat di Pesawat bagi Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 24 at 07.12.45
Pramugara menyiapkan sejadah untuk salat bagi penumpang di atas pesawat. (Instagram)

KITAINDONESIASATU.COM – Pelaksanaan ibadah haji 2026 termasuk di Indonesia sudah dimulai. Ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia siap berangkat ke Tanah Suci naik pesawat. Meski dalam perjalanan di dalam pesawat, setiap muslim tetap wajib melaksanakan salat.

Melaksanakan salat di dalam pesawat merupakan tantangan sekaligus kewajiban bagi jemaah haji yang sedang dalam perjalanan menuju Tanah Suci.

Mengingat keterbatasan ruang, jemaah diberikan keringanan (rukhsah) untuk melaksanakan salat dalam posisi duduk. Hal ini dilakukan agar kewajiban tetap terjaga tanpa mengabaikan faktor keselamatan penerbangan.

Tata cara dimulai dengan berwudu menggunakan air di toilet pesawat atau bertayamum pada sandaran kursi jika air terbatas. Niat dilakukan di dalam hati sesuai salat yang dikerjakan, baik secara jamak maupun qashar. Posisi salat dilakukan dengan duduk tegak di kursi masing-masing menghadap arah kiblat (jika memungkinkan) atau mengikuti arah terbang pesawat.

Bacaan dimulai dari Niat, Takbiratul Ihram, hingga doa Iftitah. Selanjutnya, jemaah membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Meski gerakan rukuk dan sujud dilakukan dengan isyarat menundukkan badan, bacaan tasbih tetap dilafalkan secara sempurna. Salat diakhiri dengan Tahiyat dan Salam.

Gerakan rukuk dilakukan dengan sedikit membungkukkan badan ke depan, sementara sujud dilakukan dengan membungkuk lebih rendah daripada posisi rukuk. Semua bacaan salat tetap sama seperti salat pada umumnya.

Namun demikian, ada juga maskapai terutama pesawat berbadan besar menyiapkan ruangan untuk melaksanakan salat seperti pada pesawat Saudi Arabia Airlines. Penumpang bisa salat jamaah meski terbatas untuk beberapa orang.

Penting bagi jemaah untuk tetap mengenakan sabuk pengaman jika lampu indikator menyala, tanpa membatalkan salat. Dengan pemahaman yang benar, perjalanan panjang menuju Baitullah tetap bernilai ibadah dan memberikan ketenangan batin bagi para tamu Allah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *