KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki malam kelima bulan suci Ramadan 1447 H, antusiasme umat Muslim untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di berbagai masjid masih terpantau sangat tinggi. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, setiap malam tarawih dipercaya membawa keutamaan khusus yang memotivasi jamaah untuk tetap istiqamah.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi, keutamaan salat tarawih pada malam kelima memiliki ganjaran yang sangat istimewa.
Disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan pahala bagi mereka yang mengerjakannya sebagaimana pahala orang yang melakukan salat di tiga tempat paling suci di dunia: Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Aqsa di Palestina.
“Ini adalah motivasi besar bagi kita. Meskipun kita berada jauh dari tanah suci, Allah memberikan kesempatan meraih pahala serupa melalui konsistensi tarawih di malam kelima,” ujar salah satu tokoh agama di Masjid Istiqlal, Jakarta, H.Satum.
Keutamaan ini menjadi pengingat bagi umat Muslim agar tidak mengendurkan semangat ibadah saat memasuki fase awal menuju pertengahan Ramadan. Selain mengejar pahala yang berlipat ganda, salat tarawih juga menjadi momen refleksi diri dan pembersihan jiwa dari hiruk-pikuk duniawi.
Bagi para jamaah, menjaga kekhusyukan di malam kelima adalah langkah penting untuk mempertahankan ritme ibadah hingga akhir bulan suci nanti.(*)
