KITAINDONESIASATU.COM – Operasional SPPG di Cipongkor resmi dihentikan sementara oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Keputusan ini diambil setelah puluhan siswa mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang diolah di dapur SPPG yang ada di Cipongkor.
Menurut Dadan, meski dapur SPPG di Cipongkor secara umum telah memenuhi standar, ada kelemahan dalam tahap produksi makanan dalam jumlah besar.
Hal ini menjadi salah satu faktor dugaan penyebab keracunan.
Operasional SPPG di Cipongkor Dihentikan dan Ada Evaluasi
Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, mulai dari kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga pemilihan bahan makanan yang berkualitas.
Sebagai langkah antisipasi, BGN menginstruksikan agar setiap dapur SPPG berada di Cipongkor dan daerah lain yang baru beroperasi memulai dengan kapasitas kecil, misalnya hanya melayani dua hingga tiga sekolah lebih dulu.
Selain itu, waktu produksi makanan juga dibatasi maksimal empat hingga lima jam sejak pengolahan hingga penyajian.
Pemerintah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di SPPG di Cipongkor.
Program MBG yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan gizi siswa akan terus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

