Di sinilah para peserta akan diuji secara komprehensif untuk menilai kompetensi, integritas, dan kelayakan mereka sebagai calon hakim agung.
Menanggapi polemik ini, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyampaikan harapan agar proses seleksi hakim agung berjalan secara transparan dan berintegritas demi menjamin kualitas peradilan Indonesia di masa depan.
Kini, Nurul Ghufron dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan diri layak melanjutkan proses seleksi.
Ia harus menunjukkan kemampuan hukum sekaligus menjawab keraguan publik terkait integritasnya di masa lalu.***

