KITAINDONESIASATU.COM – Hari meranjak siang, waktu menunjukan pukul 10:56 WIB. Ada dua kendaraan roda empat terparkir memanjang di trotoar Jalan Taman Margasatwa Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mereka adalah pengunjung Warung Betawi Haji Muhayar. Meski semalam habis tahun baruan, kedai khas yang melegenda dengan menu pecak gurame ini tetap buka.
Terlihat salah satu pengunjung menggunakan tongkat di kedua tangan, menyeret langkah menuju meja makan.
Meja di dalam terbuat dari kayu dengan bangku plastik memenuhi ruangan. Meski sederhana, namun restoran ini banyak dikunjungi pelanggan yang suka kuliner tradisional.
“Kebanyakan yang datang ke sini, penggemar kuliner yang sudah paruh baya,” kata Arif kepada indonesiasatu.com, pada Rabu (1/1/2025) di Jakarta.
Arif yang telah berusia 70 tahun ini adalah salah satu menantu almarhum Haji Muhayar, pendiri kedai masakan khas Jakarta.
Warung Betawi H Muhayar didirikan sejak 1976 lalu. Pendirinya sendiri sudah almarhum dan tongkat estafetnya kini dijalankan oleh anak laki-lakinya yang bernama Yakub, 64 tahun.
“Warung kami ini adalah pelopor pertama kali yang menyajikan menu pecak gurame,” ujar Arif.
Kedai Betawi ini memang ditata sederhana. Tak ada tempat parkir kendaraan. Pengunjung yang membawa mobil, memarkir di pinggil trotoar.
Kalau kita masuk ke dalam, tak ada ruang pendingin (air conditioner). Pengunjung cukup dimanjakan dengan kipas angin saja, guna mengusir hawa panas di dalam ruangan.
Menu andalannya adalah ikan gurame dan ikan mas. Ada yang disajikan dalam bentuk sudah digoreng dan pecak gurame. Ada juga pepes ikannya.
Pecak gurame terasa gurih, renyah, pedas, dan agak asam. Tapi, yang memanjakan lidah dari pecak gurame ini adalah sensasi rasa jahenya.
Satu porsi pecak gurame dibandrol dengan harga Rp 100 ribu, harga yang layak bila Anda ingin menikmati kelezatannya.
Seperti kedai tradisional pada umumnya, selain ikan gurame, ada juga ikan mas yang dibanderol seharga Rp 50 ribu per porsi dengan berat kurang lebih 4 ons.
Ikannya digoreng sampai durinya garing, dapat dimakan tanpa khawatir tertusuk duri. Dagingnya juga gurih.


