KITAINDONESIASATU.COM – Nestapa yang dialami oleh keluarga korban penyiraman air keras berinisial VU (38) kini belum juga usai. Pasca penyiraman air keras, keluarga VU kini terpaksa menjual sepeda motornya untuk biaya pengobatan kakak laki-lakinya tersebut.
“Sepeda motor sudah dijual untuk pengobatan,” ucap TA kepada wartawan, Senin (23/12/2024).
Selain menjual sepeda motor, keluarga VU juga telah menghabiskan belasan juta untuk perbaikan mobil.
Kebutuhan itu dikeluarkan lantaran mobil VA beberapa kali diteror oleh pelaku dengan aksi paling parah terjadi saat mobil korban dilempar molotov saat di parkir di depan rumahnya di wilayah Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi.
“Untuk (biaya perbaikan) mobil sepertinya Rp 14 juta, untuk pengobatan sepertinya Rp 10 juta,” tutur TA.
Sejauh ini, lanjut TA, keluarganya telah berkomunikasi dan meminta bantuan dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Perlindungan yang diajukan antara lain meliputi perlindungan fisik, pemberian hak atas pembiayaan, pemberian hak informasi, perlindungan hukum, bantuan medis, rehabilitasi psikologis korban, psikososial, restitusi dan kompensasi.
Bantuan itu diperlukan agar untuk keperluan meringankan beban keluarga selama proses pemulihan VA.
“Kami rawat jalan pakai BPJS Ketenagakerjaan. Jadi bolak-balik untuk kontrol dan bolak-balik panggil suster untuk membersihkan luka,” ucap TA.
