KITAINDONESIASATU.COM – Markas Anfield saat ini dalam situasi mencekam dan menegangkan, bukan karena hasil buruk Liverpool di lapangan namun terjadinya konflik tersembunyi antara Mohamed Salah (Mo Salah) dan pelatih Arne Slot.
Bahkan konflik ini semakin memanas, Legenda klub Jamie Carragher juga melancarkan verbal brutal terhadap Mo Salah yang menyebut tindakan sang pemain memalukan dan penuh rekayasa.
Situasi ini semakin memanas setelah pihak klub mengonfirmasi bahwa Mo Salah dicoret dari skuad untuk laga Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (10/12/2025) dini hari pukul 03:00 WIB.
Tindakan ini menjadi bom waktu bagi Mo Salah yang sebelumnya dalam 3 laga berturut-turut Mo Salah hanya duduk manis di bangku cadangan, terakhir ketika superstar asal Mesir itu muncul di zona campuran di Elland Road dengan senyum tenang namun sorot mata berapi-api setelah hasil imbang melawan Leeds United, semua orang menyadari bahwa sebuah bom waktu telah mulai menghitung mundur.
Pencoretan pertandingan berturut-turut dan pencoretan merumput di Liga Champions menjadi sbuah keputusan yang membingungkan bagi pemain yang berperan penting dalam membawa timnya merah gelar Liga Premier musim lalu.
Kini muncul pertanyaan mengapa Mo Salah menjadi kambing hitam atas keterpurukan Liverpool di musim kompetisi ini?
Arne Slot dari manajemen Liverpool mungkin performa buruk Mo Salah musim ini hanya 4 gol dari 13 laga di Premier League, menjadi alasan mereka dalam mengaitkan keterpurukan tim, pada hal data statistik mengatakan lain.
Meskipun rekor mencetak gol menurun dibanding musim tahun lalu namun Salah mampu menciptakan peluang sebanyak 28 kali, umpan ke kotak penalti sebanyak 40 kali dan menyentuh kotak penalti lawan sebanyak 105 kali untuk Liverpool.
Bahkan Mo Salah saat ini masih berada diperingkat kedua setelah Hugo Ekitike untuk jumlah dribel sukses dan jumlah gol yang dicetak, jelas bahwa Mo Salah bukan masalahnya, tetapi sistemnya tidak bekerja dengan baik.
Terlepas itu semua kenyataan pahit Liverpool adalah menghancurkan fondasi yang pernah menopang kebangkita Mo Salah.
Pada musim lalu Mo Solah bersinar bersama Liverpool dengan mencetak 29 gol dan 18 assist berkat dukungan kuat rekan-rekan satu tim di Anfild, namun situasinya saat ini menjadi berbeda.
Sejak kepergian Trent Alexander-Arnold, yang memberikan umpan-umpan panjang mematikan, atau Luis Diaz dengan kemampuannya menggoyahkan pertahanan lawan, atau Darwin Nunez – rekan penyerang Salah, telah meninggalkan kekosongan yang tak tergantikan.
Mencari kekosongan sesuai spek yang pernah ada Arne Slot justru kesulitan memperbaikin susunan pemain, hingga mendorong Dominik Szoboszlai ke posisi yang tidak sesuai kemampuan alaminya.
Suasana di markas Alfield kini terasa tidak bersahabat bagi bintang-bintang terbaik Liverpool, sementara pendatang baru seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak masih diberi kesempatan namun performa mereka kurang memuaskan, sementara Mo Salah mendapat hukuman publik.
Di sisi lain Mo Solah saat ini sudah dicoret dari tim dalam laga bergengsi nanti sementara Cody Gakpo difavoritkan untuk bermain secara reguler.
Keputusan untuk mengeluarkan Mo Salah bukan hanya keputusan teknis yang buruk tetapi upaya ceroboh Arne Slot untuk menutupi ketidak mampuan dalam membangun tim secara tangguh.
Salah pun berhak merasakan merasa dikhianati, ia memperingatkan tentang kemunduran klub, seiiring kepergian sejumlah pemain kunci, namun suaranya tak pernah didengar oleh Arne Slot.
Kini Liverpool dalam goncangan berat, sang arsitek Liverpool justru lebih memilih untuk membuang pemain terbaiknya sebagai kambing hitam alih-alih untuk memperbaiki keadaan.
Situasi ini dinilai merupakan ketidakadilan yang diciptakan Arne Slot yang melukai harga diri seorang legenda dan akan mengacaukan situasi ruang ganti Liverpool.
Liverpool menghadapi kenyataan, masalahnya bukan pada kaki Salah, melainkan pada manajemen dan taktik yang diterapkan oleh Slot, menjadikan Mo Salah berdosa tidak akan membantu Liverpool keluar dari krisis, tetapi hanya akan mendorong mereka semakin dalam ke dalam kubangan kekacauan yang tak pernah berhenti.
Jika penyesuaian yang wajar dan adil tidak segera dilakukan, masa kejayaan Slot di Anfield bisa saja akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, dan harga yang harus dibayar adalah kepergian pahit salah satu pemain terhebat dalam sejarah klub ini. **

