Momentum tidak berhenti di situ. Al-Nassr yang bermain dengan intensitas pressing tinggi di bawah komando Ange Postecoglou terus menekan.
Pada menit ke-35, Samu Costa memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lini tengah Al-Diriyah untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Kingsley Coman kemudian menutup pesta gol pada menit ke-77, memastikan tiga poin penuh diraih dengan nyaman.
Standar Tinggi Postecoglou: “Masih Ada yang Harus Diperbaiki”
Meski meraih kemenangan telak, suasana di ruang ganti Al-Nassr tidak serta-merta dipenuhi euforia berlebihan. Pelatih kepala Ange Postecoglou dikenal dengan standar kesempurnaan yang sangat tinggi.
Menanggapi performa timnya, Postecoglou menyampaikan evaluasi yang tegas: “Para pemain Al-Nassr belum sepenuhnya siap memahami ide-ide taktis saya secara menyeluruh. Kita menang, ya, tetapi ada banyak fase transisi dan pengambilan keputusan yang masih bisa ditingkatkan.”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa bagi Postecoglou, skor 3-0 bukanlah akhir dari proses, melainkan batu loncatan untuk mencapai konsistensi taktis yang lebih matang.






