KITAINDONESIASATU.COM – Natalius Pigai mengunjungi sejumlah siswa korban dugaan keracunan makanan dari program makan bergizi gratis atau MBG di Surabaya, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi para pelajar yang sedang menjalani perawatan.
Berdasarkan data Kementerian HAM, total ada 131 siswa yang sempat dirujuk ke rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan dari layanan pemenuhan gizi di wilayah Bubutan Tembok Dukuh.
Sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa siswa lainnya masih menjalani perawatan medis untuk pemulihan kondisi kesehatan mereka.
Natalius Pigai SEebut Pemerintah Evaluasi Program MBG
Dalam kunjungannya, Pigai memberikan dukungan moral kepada para siswa agar segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Ia juga menilai kasus keracunan makanan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama terkait pengawasan pengelolaan dapur dan distribusi makanan dalam program MBG.
Menurutnya, program makan bergizi gratis memiliki tujuan penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Namun, pelaksanaan program harus dibarengi standar keamanan pangan yang ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

