“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Indonesia nantinya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa, termasuk gudang hingga bisnis yang akan dijalankan,” kata Mendes Yandri.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Musdesus 1.000 desa juga bergantung pada kesiapan infrastruktur di Desa Mandiri dan Desa Maju yang sedang dalam proses pemetaan dan pengembangan.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut rapat koordinasi kali ini membahas skema pembiayaan dan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih Indonesia.
“Rapat ini juga membahas tata cara pencairan dan persiapan koperasi untuk mengajukan pinjaman ke Himbara,” kata Ferry.
Dengan skema ini, Desa Mandiri dan Desa Maju diharapkan mampu menjadi motor penggerak Musdesus 1.000 desa di tingkat lokal.
Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menegaskan Danantara dan BUMN telah menyiapkan sekitar 1.000 calon penerima kredit tahap pertama.
“Diharapkan dalam seminggu ini digelar Musdesus untuk memastikan jika kredit bisa cair dengan persetujuan Kepala Desa,” kata Kartika.
Ia menambahkan bahwa dukungan lintas sektor memperkuat ekosistem Koperasi Desa Merah Putih Indonesia, memperluas jangkauan Desa Mandiri dan Desa Maju, dan mempercepat realisasi Musdesus 1.000 desa.***


