KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan akan menjadi program dengan anggaran masif, mencapai Rp 1,2 triliun per hari pada tahun 2026. Angka fantastis ini ditujukan untuk melayani sekitar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, optimistis serapan anggaran harian tersebut dapat terealisasi pada tahun depan, seiring dengan target pembangunan puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mesin utama penyaluran.
Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip Senin 29 September 2025 menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap penyerapan anggaran MBG. Menkeu telah mengerahkan aparatnya untuk memonitor langsung pelaksanaan program di lapangan, termasuk di 20 titik acak, terutama mengingat isu penyerapan yang dinilai lambat pada tahun 2025.
Menkeu bahkan mengancam akan memotong atau mengalihkan anggaran jika penyerapan hingga akhir Oktober 2025 tidak maksimal.
Hal ini bertujuan memastikan bahwa dana APBN yang dialokasikan sebesar Rp 99 triliun untuk tahun 2025, dan diproyeksikan melonjak menjadi Rp 335 triliun di 2026, benar-benar memberikan dampak positif dan beredar di masyarakat, sesuai dengan azas manfaat program. (*)



