Berita UtamaNews

Mayoritas Responden Puas dengan Kinerja Wapres Gibran dan Pemerintahan Prabowo-Gibran

×

Mayoritas Responden Puas dengan Kinerja Wapres Gibran dan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Wapres Gibran Rakabuming
Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Survei terbaru dari Poltracking Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama satu tahun terakhir. Hasil survei mencatat 71,4 persen responden merasa puas, baik sangat puas maupun cukup puas.

Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda Rasyid, menjelaskan sebagian besar publik menilai Wapres Gibran sebagai sosok muda yang membawa perubahan positif.

 “Sekitar 19,4 persen responden menyebut hal ini sebagai alasan utama kepuasan mereka,” kata Hanta dalam rilis survei daring dari Jakarta, Minggu (19/10).

Selain itu, publik puas karena Gibran dianggap dekat dengan rakyat (15,7 persen), mampu memimpin dan bersinergi dengan Presiden Prabowo Subianto (10,3 persen), pintar dan cerdas (8,7 persen), serta membela rakyat kecil dan mendengarkan aspirasi masyarakat (7,2 persen).

Sementara itu, 25,3 persen responden menyatakan tidak puas, yang terdiri dari 22,1 persen kurang puas dan 3,2 persen sangat tidak puas.

Survei Poltracking juga menyoroti tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran secara keseluruhan. Hasilnya, 78,1 persen responden menyatakan puas, sedangkan 19,3 persen tidak puas.

Alasan publik puas antara lain kepemimpinan tegas dan berwibawa (18,8 persen), bantuan pemerintah tepat sasaran (12,3 persen), program MBG (10,4 persen), pencegahan dan pemberantasan korupsi (8,1 persen), serta kinerja yang terbukti nyata (6,2 persen).

Adapun alasan ketidakpuasan masyarakat meliputi ekonomi yang belum stabil (26,7 persen), bantuan tidak tepat sasaran (15,7 persen), kasus korupsi (8,9 persen), harga kebutuhan pokok yang tinggi (7 persen), serta kurangnya lapangan kerja (6,3 persen).

Populasi survei adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Wawancara tatap muka dilakukan pada 3–10 Oktober 2025, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *