Klub juga mengajak seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat umum untuk tidak berspekulasi dan tetap memegang asas praduga tak bersalah demi menjaga kelancaran kompetisi dan ekosistem sepak bola di Indonesia.
Sebelumnya, pihak Bhayangkara FC juga telah merilis pernyataan sendiri yang menyebutkan bahwa Doumbia memang merasa menjadi korban tindakan rasisme dari Marc Klok, dan kasus ini sudah dilaporkan ke Komisi Disiplin PSSI untuk diselesaikan secara resmi.
Hingga saat ini, kedua pihak masih memegang pendapat masing-masing, dan proses penyelesaian masih berjalan.***
