KITAINDONESIASATU.COM – Kabar gembira datang dari sektor transportasi publik di ibukota. Sebanyak 6,3 juta orang tercatat menggunakan layanan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek selama periode triwulan pertama tahun 2025. Angka ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap moda transportasi massal berbasis rel tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator LRT Jabodebek menyatakan bahwa capaian ini merupakan indikasi positif dari upaya pemerintah dan operator dalam menyediakan layanan transportasi yang efisien dan terintegrasi. Jumlah penumpang yang mencapai jutaan dalam tiga bulan pertama ini juga menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan.
Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi, Jumat (11/4/2025) mengatakan pada bulan Januari, LRT Jabodebek telah melayani 2.146.859 pengguna, Februari 2.147.665 pengguna, dan Maret: 2.056.759 pengguna.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga sejalan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi pengguna LRT. Penambahan jumlah perjalanan pada jam-jam sibuk, integrasi dengan moda transportasi lain, serta pembaruan fasilitas di stasiun menjadi faktor pendorong peningkatan tersebut.
KAI juga mencatat adanya peningkatan signifikan pada rata-rata pengguna harian di hari kerja, yang mencapai lebih dari 89 ribu penumpang per hari. Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi pilihan utama bagi para komuter untuk menghindari kemacetan dan mempersingkat waktu perjalanan.
Dengan tren positif ini, diharapkan LRT Jabodebek akan terus menjadi tulang punggung transportasi publik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, serta berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan peningkatan kualitas udara di kawasan metropolitan. Pihak operator berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan demi memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.(*)



