Berita Utama

Low Tuck Kwong: Raja Batu Bara yang Mengguncang Tahta Orang Terkaya Indonesia

×

Low Tuck Kwong: Raja Batu Bara yang Mengguncang Tahta Orang Terkaya Indonesia

Sebarkan artikel ini
TOK
konglomerat indonesia, low tuck kwong. (Instagram)

KITAINDONESIASATU.COM – Nama Low Tuck Kwong telah menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Pria kelahiran Singapura, 17 April 1948, ini dikenal luas sebagai “Raja Batu Bara” berkat kepemimpinannya di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia.

Perjalanan bisnis Low Tuck Kwong dimulai jauh sebelum ia terjun ke industri tambang. Pada tahun 1972, ia memutuskan pindah dari Singapura—tempat ia bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya—ke Indonesia untuk mencari peluang yang lebih besar. Setahun kemudian, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, pekerjaan tanah, sipil, dan struktur kelautan.

Kesuksesan JSI yang sempat menjadi pionir dalam proyek pondasi tiang pancang di Indonesia menjadi fondasi kuat baginya. Melihat potensi besar di sektor energi, ia kemudian merambah bisnis batu bara pada akhir 1980-an, hingga akhirnya mendirikan Bayan Resources pada tahun 2004 (setelah mengakuisisi dan mengganti nama PT Gunungbayan Pratamacoal).

Kekayaan dan Gurita Bisnis

Kekayaan Low Tuck Kwong melonjak tajam, terutama sejak kenaikan harga komoditas batu bara global yang masif. Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per akhir 2024 dan awal 2025, ia beberapa kali berhasil menggeser dominasi Hartono bersaudara dan Prajogo Pangestu, menempati posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan yang mencapai puluhan miliar dollar AS.

Selain batu bara, gurita bisnis Low Tuck Kwong mencakup sektor lain seperti:

  • Energi Terbarukan: Melalui Metis Energy yang berbasis di Singapura.
  • Telekomunikasi: Mendukung SEAX Global yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas regional.
  • Infrastruktur dan Logistik: Mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan melalui PT Dermaga Perkasapratama.
  • Lainnya: Ia juga memiliki kepemilikan saham di perusahaan seperti PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS).

Low Tuck Kwong, yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 1992, juga dikenal aktif dalam kegiatan filantropi, termasuk donasi besar untuk program beasiswa di berbagai perguruan tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *