KITAINDONESIASATU.COM – Hingga Sabtu malam (24/1/2026), tim SAR gabungan melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah bertambah menjadi 10 orang. Sebanyak delapan korban ditemukan di Desa Pasirlangu, sementara dua korban lainnya merupakan warga Kecamatan Lembang yang ikut terdampak aliran material tanah.
Pihak BPBD Jawa Barat bersama tim DVI Polda Jabar telah mengidentifikasi sebagian besar korban, di antaranya adalah Sunarya, Jajang Taryana, Nining, Rahmat, Aah, dan Nurhayati.
Selain korban tewas, sebanyak 82 warga masih dinyatakan hilang dan diduga kuat masih tertimbun material longsor setebal lima meter yang menyapu permukiman di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memantau langsung proses evakuasi, menyoroti adanya dugaan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sayur di lereng Gunung Burangrang sebagai pemicu utama rapuhnya struktur tanah.
Saat ini, lebih dari 400 warga mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu. Proses pencarian dihentikan sementara pada malam ini karena cuaca ekstrem dan risiko longsor susulan, dan dijadwalkan akan berlanjut esok pagi dengan pengerahan alat berat tambahan serta anjing pelacak (K9).(*)



