KITAINDONESIASATU.COM – Ledakan arus mudik Lebaran 2026 benar-benar bikin geleng kepala. Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 10 juta orang tumpah ruah menggunakan angkutan umum sejak H-8 hingga H-1 Lebaran—angka fantastis pada tahun ini.
Lonjakan ini bahkan naik 9,23 persen dibanding tahun sebelumnya, menegaskan bahwa tradisi mudik masih jadi gelombang raksasa yang tak terbendung setiap Idul Fitri.
Dari data yang dirilis, kereta api jadi primadona dengan hampir 3 juta penumpang, disusul pesawat yang tembus lebih dari 2,1 juta orang. Tak kalah padat, penyeberangan mencapai 2,48 juta penumpang, sementara angkutan darat dan laut juga dipenuhi jutaan pemudik yang bergerak serentak menuju kampung halaman.
Tak hanya manusia, arus kendaraan juga ikut meledak. Di H-1 saja, lebih dari 117 ribu kendaraan keluar dari gerbang tol Jakarta. Secara total, ratusan ribu kendaraan keluar-masuk Jabodetabek hingga jalur arteri.
Puncak kepadatan terjadi pada H-1, dengan lebih dari 915 ribu penumpang berangkat dalam satu hari. Kereta, pesawat, kapal, hingga bus semuanya penuh.
Meski demikian, kabar baik datang dari tingkat ketepatan waktu (on time performance) yang relatif tinggi, terutama kereta api yang nyaris menyentuh 99 persen. Namun, sektor lain seperti penerbangan internasional dan penyeberangan masih menghadapi tantangan keterlambatan.
Kemenhub pun kini mengalihkan fokus ke fase arus balik. Puncaknya diprediksi terjadi pada H+3 atau 24 Maret 2026—yang berpotensi memicu gelombang kepadatan baru. (*)


