KITAINDONESIASATU.COM — Kerinduan mendalam terhadap Rasulullah SAW membuat ratusan ribu jemaah dari berbagai belahan dunia rela mengantre hingga dua jam untuk dapat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah.
Pantauaan kitaindonesiasatu.com, suasana khusyuk dan haru menyelimuti antrean panjang yang mengular sejak area pelataran masjid hingga mendekati kawasan Raudhah, lokasi yang disebut Nabi Muhammad sebagai taman surga.
Meskipun cuaca di Madinah terbilang panas, antusiasme para peziarah tidak surut sedikit pun. Dengan tertib dan teratur, para jemaah bergerak perlahan mengikuti alur jalurnya masing-masing sesuai pengaturan ketat yang diterapkan oleh otoritas pengelola Masjid Nabawi dan sistem aplikasi Nusuk.
Bagi para jemaah, kesempatan mengucapkan salam secara langsung di depan makam Nabi Muhammad SAW beserta dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, merupakan momen spiritual paling berharga. Rasa lelah akibat menunggu dan mengantre panjang seolah sirna begitu melangkahkan kaki mendekati Makam Rasulullah.
“Menunggu dua jam tidak ada artinya dibandingkan kesempatan bisa hadir di sini. Rasa haru dan bahagia sangat luar biasa saat bisa menyampaikan salam kepada Rasulullah,” ujar Dodi, salah seorang jemaah asal Indonesia di lokasi kepada kitaindonesiasatu.com.
Ditambahkan pria asal Bengkulu ini, dirinya sudah lama merindukan ziarah ke makam Rosulullah. Tak terasa ia pun menangis haru saat berhasil menjangkau makam Nabi Muhammmad SAW. Ia pun tak luput berdoa demi kebaikan seluruh keluarganya agar mendapat safaat dari Baginda Nabi Muhammmad pada hari akhir nanti di akherat.
Otoritas pengelola Masjid Nabawi dan polisi Arab Saudi yang disebut Askar terus mengimbau seluruh peziarah untuk selalu menjaga ketertiban, mematuhi jadwal yang tertera pada izin resmi, serta mengutamakan keselamatan bersama selama berada di area suci tersebut.(*)





