Berita Utama

Laju Ambulans Bawa Pasien Terhambat Bus, Pasien Wanita Meninggal di Jalan

×

Laju Ambulans Bawa Pasien Terhambat Bus, Pasien Wanita Meninggal di Jalan

Sebarkan artikel ini
Pasien meninggal akibat ambulans terhambas bus di Bekasi. (tangkap layar Instagram)
Pasien meninggal akibat ambulans terhambas bus di Bekasi. (tangkap layar Instagram)

KITAINDONESIASATU.COM – Viral sebuah video di media sosial yang dinarasikan akibat ambulans yang tertahan lajunya oleh sebuah bus di Kota Bekasi, seorang pasien darurat perawatan meninggal dunia di jalan sebelum sampai ke rumah sakit tujuan, Jumat 15 Nopember 2024 malam.

Diungkap oleh sopir ambulans Rafi Akbar (24), kejadian itu terjadi di Jalan HM Jpyo Martono, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Diduga karena terjadi perselisihan dijalan lantaran dengn sopir bus Mahardhika, ambulans yang membawa pasien bernama Izah itu tertahan hampir lebih dari 30 menit sehingga pasien tersebut meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit.

Rafi menyebut saat itu dirinya tengah membawa seorang pasien wanita yang sedang membutuhkan penanganan isolasi IGD, maka pasien harus segera di rujuk dari rumah sakit Cenka di Karangbahagia menuju rumah sakit Ananda di Tambun Selatan.

“Saya keluar RS itu kecepatan langsung 80 sampai 90, saya itu dari Cikarang, Cibitung, Tambun, sampai di Bulakkapal itu gak ada kendala, nah pas belok dari Bulakkapal itu pasien sudah gak ada nafas bang disitu sempat di RJP juga di ambulans, saya lihat dari kejauhan emang posisi bis itu udah bener bang dia dari arah tol timur kearah Bulakkapal, kenapa pas sudah dekat itu si bus nya posisi sudah melintang ke tengah, itu saya sampai setengah jam bang tertahan dibelakang bus, itu sambil RJP si pasien perawat saya,” kata Rafi saat dihubungi kitaindonesiasatu.com melalui sambungan telpon, Sabtu 16 Nopember 2024.

Baca Juga  Ambulans RSUD Koesma Tuban Pembawa Pasien Jantung Hantam Truk di Lamongan, Bagaimana Nasibnya?

Ambulans yang membawa pasien dengan kondisi kritis itu tidak bisa melaju cepat lantaran tertahan oleh perilaku sopir bus yang seolah-olah menahan laju ambulan tersebut, dan mengakibatkan pasien tersebut tidak bisa mendapatkan penanganan medis yang cepat.

“Emang saya sempat turun juga dibelakang bis saya gedor, saya langsung lari ke kacanya bis saya ketok saya bilang bang dipercepat kendaraannya, dia (sopir bis) gak buka kaca malah melototin saya, ribut sama si kernetnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *