KITAINDONESIASATU.COM – Langkah cepat mulai diambil pemerintah menyusul gonjang-ganjing di tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mengirimkan surat resmi ke sejumlah pihak strategis, mulai dari Bank Indonesia (BI) hingga unsur swasta, guna membentuk panitia seleksi (pansel) calon pimpinan OJK.
“Kami sudah mulai menyurati BI dan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan perwakilan sebagai anggota pansel. Untuk unsur swasta dan masyarakat, akan kami hubungi satu per satu,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/2).
Pansel calon pimpinan OJK nantinya akan diisi oleh beragam unsur, mulai dari pemerintah, BI, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perwakilan sektor keuangan, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Komposisi ini disiapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan kredibel dan transparan.
Meski belum menetapkan tenggat waktu pembentukan pansel, Purbaya menegaskan proses ini harus segera dirampungkan. Ia menilai tahapan yang berjalan saat ini sudah melampaui jadwal ideal sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Saya maunya ini dipercepat. Ada ketentuan undang-undang yang tidak bisa menunggu. Kalau mengikuti aturan yang ada, sebenarnya sekarang ini sudah terlambat,” ujarnya blak-blakan.
Di tengah proses tersebut, Dewan Komisioner OJK telah lebih dulu menggelar Rapat Dewan Komisioner pada Sabtu (31/1). Rapat itu menyepakati penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, serta Hasan Fawzi sebagai Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK).
Penunjukan pejabat sementara ini dilakukan menyusul mundurnya sejumlah petinggi OJK secara beruntun, yakni Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner, Mirza Adityaswara dari posisi Wakil Ketua, Inarno Djajadi dari jabatan Kepala Eksekutif PMDK, serta I.B. Aditya Jayaantara dari posisi Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Rentetan pengunduran diri petinggi OJK tersebut diumumkan secara bertahap pada Jumat malam (30/1). Di hari yang sama, publik juga dikejutkan dengan pengumuman mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi. (*)






